{UNIQUE NEWS CENTER at home and abroad}
Minum minuman panas dengan sedotan? Sedotan yang dibuat dari plastik daun ulang dengan panas yang cukup dapat menghidupkan bakteri dan terbawa masuk kedalam tubuh saat kita meminum dengan sedotan. Selain itu, sedotan menghadapi isu lingkungan. Masyarakat modern cenderung menghindari perkakas plastik karena merupakan partikel nonreversible (tak bisa diurai) sehingga mencemari lingkungan. Para pengguna juga khawatir, bahan plastik yang bermutu rendah membahayakan kesehatan. Terutama saat digunakan pada air panas, zat-zat beracun larut kemudian terminum. Dampaknya adalah penyakit kanker yang mematikan.
Untuk meminum minuman panas, sebaiknya jangan gunakansedotan plastik. Plastik polikarbonat mengandung senyawa Bisphenol A (BPA). Fakta bahwa BPA dapat terlepas dari sedotan plastik ke dalam matriks air. Hal yang lebih perlu disoroti adalah faktor temperatur dari cairan yang dimasukkan ke dalam wadah plastik yang digunakan adalah faktor utama berapa banyak BPA yang terlepas menurut para ilmuwan dari University of Cincinnati (UC).
Scott Belcher, PhD, dan timnya menemukan bahwa ketika plastik polikarbonat, baik baru maupun usang, terdedah pada air panas mendidih maka BPA akan terlepas 55 kali lebih banyak dibandingkan bila diisi dengan air biasa. BPA adalah salah satu dari sekian banyak senyawa kimia yang diciptakan manusia dan memiliki klasifikasi penghambat endokrin. Mekanisme kerusakan pada endokrin terjadi dimana BPA akan meniru fungsi dari hormon alami tubuh. BPA kemudian akan menghambat sistem endokrin. Hormon disekresikan melalui kelenjar endokrin dan memiliki fungsi berbeda di seluruh bagian tubuh.
Dalam beberapa studi BPA telah menunjukkan pengaruh terhadap reproduksi dan perkembangan otak pada hewan. “Terdapat bukti-bukti ilmiah yang kuat tentang efek-efek berbahaya dari BPA dalam jumlah sangat kecil di dalam percobaan laboratorium dan studi hewan, namun terdapat sedikit sekali bukti klinis yang berhubungan dengan manusia.”, ujar Belcher. “Walau begitu, ada sebuah kecurigaan kuat dari komunitas saintifik bahwa senyawa kimia ini memiliki efek yang berbahaya terhadap manusia.” Tim peneliti ini menemukan bahwa jumlah BPA yang terlepas ke dalam air dari plastik polikarbonat baru dan usang jumlahnya sama. Keduanya memiliki sisi kesamaan baik dari segi konsentrasi maupun laju pelepasan pada matriks air dingin atau suhu normal.
Konsentrasi BPA yang tinggi ditemukan ketika pengujian dilakukan menggunakan menggunakan air panas mendidih dan terdedah pada waktu yang relatif singkat. Belcher menekankan bahwa tingkat BPA yang berbahaya terhaap manusia belum diketahui. Ia meminta para konsumen untuk memikirkan efek lingkungan kumulatif yang mungkin terjadi pada kesehatan mereka bila ini dialami pada mereka.BPA hanyalah salah satu dari sekian banyak senyawa kimia yang menyerupai estrogen dan manusia terpapar terhadapnya, sedangkan para ilmuwan masih menyelidiki bagaimana efek pengganggu endokrin ini terhadap kesehatan manusia. Namun telah bermunculan bukti-bukti saintifik yang mendukung fakta bahwa resiko dari pemaparan ini adalah kesehatan anda. Tim ini melaporkan penemuan ini pada tanggal 30 Januari 2008 pada jurnal Toxicology Letters. Lulusan UC yaitu Hoa Le dan seorang bimbingan penelitian lainnya Jason Chua juga ikut berpartisipasi dalam studi ini, dimana studi ini didanai oleh hibah National Institute of Environmental Health Sciences.
Jadi baiknya hindari penggunaan sedotan untuk meminum minuman panas dan pilih sanitary straw, sedotan yang dibungkus terpisah untuk menghindari kontaminasi bakteri masuk kedalam sedotan. Atau anda mau gunakan sedotan untuk mengecilkan perut? Selamat mencoba.
Dadang Gusyana, Information Officers,IndonesiaBiotechnology Information Centre (IndoBIC), Mahasiswa Program Pasca Sarjana Agroteknologi, Universitas Winaya Mukti Bandung.
Comments
Post a Comment
Tinggalkan comentar anda!!
Caranya : (1) Ketik Komentar Anda, (2) Klik "Select profile", (3) Pilih "Name/URL", (4) Ketik Nama Anda ya... (5) URL Isi dengan Link Facebook Anda atau Kosongin aja, (6) Klik "Lanjutkan" dan "Poskan Komentar"
Untuk Pengguna Facebook Silahkan Berkomentar
No Spam!!